FAHRI HAMZAH TAWARKAN ARAH BARU INDONESIA DENGAN MEMUNCULKAN KEPEMIMPINAN BARU

Fahri Hamzah Bandini Caffe
Diskusi Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) NTB di Bandini Koffie, Mataram (19/02) berjalan sukses. Pemateri dalam diskusi ini adalah Fahri Hamzah, SE (Wakil ketua DPR RI, Presiden KA KAMMI dan calon presiden yang disung oleh Mukernas KA KAMMI). Diskusi yang dimulai pada jam 15.30 WITA sampai 18.30 WITA ini dihadiri oleh Pengurus KA KAMMI NTB, jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, aktifis ormas islam di NTB, Aktifis lintas Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se NTB, penggiat media, mahasiswa dan masyarakat umum.

Diskusi Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) NTB ini mengambil tema “Menjemput Pemimpin dan Arah Baru Indonesia” dibuka oleh oleh ketua KA KAMMI NTB, Abdul Hayyi Zakariya, S.Pd. Dalam sambutannya, Bang Hayyi, begitu panggilan akrab ketua KA KAMMI NTB, menyampaikan bahwa diskusi ini dilakukan untuk melakukan transfer ide kepada masyarakat agar memahami persoalan bangsa Indonesia. Dan salah satu tokoh yang memahami tentang persoalan bangsa Indonesia, salah satunya adalah Fahri Hamzah, SE.
Fahri Hamzah, SE., yang diusung oleh KA KAMMI untuk menjadi capres pada pilpres 2019-2024 bersama Anis Matta Lc., menjelaskan narasinya tentang Indonesia di masa mendatang. Bagi FH, Indonesia mengalami siklus koreksi secara berkala setiap 20 tahun. Setiap 20 tahun, bangsa Indonesia mengevaluasi dan menentukan arah baru pergerakan nya
Kini, Indonesia memasuki masa 20 tahunnya lagi, dan akan melakukan evaluasi dan koreksi terhadap perjalanannya. Karena itu, ide Arah Baru Indonesia adalah judul utama atas upaya untuk meluruskan perjalanan sejarah bangsa.
Indonesia harus merefleksikan kembali arah nya, mengoptimalkan seluruh sumber dayanya, untuk menatap ke depan, membawa terbang Indonesia menuju kejayaan.Tak mungkin dibiarkan, menjual aset dan sumber daya alam Indonesia dengan harga yang murah, demi kepentingan rente elite. Tak mungkin dibiarkan, bangsa ini terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan penderitaan; padahal negeri ini sangat kaya; lautnya kaya, daratannya kaya, hutannya kaya.
Memasuki 2018, setelah 20 tahun reformasi; inilah saatnya untuk meneguhkan kembali khittah konstitusi kita, mewujudkan kesejahteraan umum dan meningkatkan kecerdasan bangsa. Inilah saatnya untuk meluruskan arah bangsa, menyusuri Arah Baru Indonesia.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *