Bali United Bertemu Persija di Final

piala presiden
Persija Jakarta kembali harus bertemu Bali United di pertandingan akhir memoerebutkan posisi puncak event Piala Presiden malam ini di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Persija vs Bali United, sudah pernah bertemu di babak penyisihan Piala Presiden 2018. Kala itu Serdadu Tridatu taklukkan Macan kemayoran 3-2.

Kali ini, kedua tim akan kembali bertemu di babak final untuk tentukan siapa yang terbaik di gelaran final Piala Presiden 2018.

Yang gak bisa hadir ke SUGBK bonus nyaksikan Via Vallen, tenang ada siaran langsungnya.

Berikut jadwal siaran langsung televisi babak final Piala Presiden 2018 selengkapnya:

SABTU, 17 FEBRUARI 2018
15:30 WIB – PSMS Medan vs Sriwijaya FC – Indosiar (Live)
19:30 WIB – Persija Jakarta vs Bali United – Indosiar (Live)

Ada baiknya kita ke belakang untuk mengetahui sejarah klub sepakbola ini, seperti yang ditulis wikipedia.org.

Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra).[1] Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.
Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija “baru” itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.

Bagaimana dengan Bali United yang terbilang masih muda belia? yuk kita lihat sejarahnya.
Bali United F.C.(dulu bernama Persisam Putra Samarinda) merupakan sebuah klub sepak bola Indonesia, yang bermarkas Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Klub ini dulunya bernama yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Samarinda (Persisam) yang merupakan eks tim Perserikatan dan Putra Samarinda dari Galatama. Pada 15 Februari 2015, Putra Samarinda diambil alih pengusaha asal Indonesia, pieter tanuri setelah sebelumnya mengalami kesulitan finansial, hingga akhirnya berpindah Homebase ke Bali dan namanya berubah menjadi Bali United F.C.

Pendirian dan Tahun-tahun Awal (1989-2003) Sunting
Klub berdiri tahun 1989 dengan nama Putra Samarinda Football Club. Putra Samarinda berlaga di Galatama dan kemudian menjadi Liga Indonesia sejak kompetisi resmi itu bergulir musim 1994/1995.[1]

Merger dengan Persisam (2003-2014) Sunting
Putra Samarinda mengalami kesulitan finansial sejak mengikuti Liga Galatama dan Perserikatan digabung menjadi satu kompetisi. Pada tahun 2003, Putra Samarinda dan Persisam, Klub perserikatan yang didanai APBD Samarinda dimerger menjadi Persisam Putra Samarinda[2] dan menggunakan lisensi Putra Samarinda untuk berlaga di Liga Indonesia. Pada tahun 2008/2009, Persisam Putra Samarinda menjadi juara liga Divisi Utama Liga Indonesia 2008–09 dan dipromosikan ke Liga Super Indonesia.

Bali United era (2014-) Sunting
Untuk menghindari klub dari pailit dan juga meningkatkan daya jual serta prestasi, Putra Samarinda (Pusam) diambil alih pengusaha asal indonesia, Pieter Tanuri yang kemudian dirubah nama menjadi Bali United F.C. dengan berdiri di bawah badan usaha PT. Bali Bintang Sejahtera. Dengan demikian, tim yang berjuluk Pesut Mahakam itu pindah dari Stadion Palaran, Samarinda ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Perubahan nama tim yang merupakan salah satu peserta Liga 1 itu setelah menjalin kerja sama dengan salah satu produsen ban, Corsa Motor Cycle Tire (PT. Multistrada). Komisaris Utama Pusam, Harbiansyah Hanafiah menerangkan, pihaknya bersedia mengubah nama dan bermarkas di Bali sekaligus menyerahkan kepemilikan Pusam, karena di Pulau Dewata itu belum ada tim sepak bola profesional yang berlaga di Liga 1. Menurut Harbiansyah, langkah mengubah nama dan bekerjasama dengan PT. Multistrada itu untuk menyelamatkan Pusam dari kebangkrutan karena kurangnya dana baik dari sponsor maupun pendapatan tiket.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *