Aksi Vandal Merusak Keindahan Mural di Bangsal

Mataram–Seni melukis karya di tembok atau akrab disebut mural berbeda dengan vandalisme. Mural jelas menampilkan kreativitas tinggi bukan sekadar corat-coret. Sementara vandalisme cenderung mencorat-coret sembarangan.

Anak-anak muda di Kota Mataram sedang tumbuh minat dan gandrung dengan mural.  Berbagai sudut tembok,  mulai banyak dihiasi oleh mural. Beragam elemen tidak segan mengadakan lomba mural,  mulai dari pemerintah sampai swasta.

Beberapa waktu terakhir,  anak muda di Lombok diguyur begitu banyak event mural. Mulai dari lomba mural di PLN Wilayah NTB,  Kelurahan Banjar, hingga mural di acara Mall Lombok City Center (LCC). Dan LCC juga mulai membuka pendaftaran kembali.

Sejumlah anak muda dua minggu terakhir,  rela mondar-mandir dari Kota Mataram ke Lombok Utara, tujuannya mereka akan mural salah satu gedung di kabupaten paling muda di NTB itu. Beragam karya ditampilkan di gedung evakuasi Tanjung. Mereka bekerja seolah tidak kenal waktu. Sayang seribu sayang, ada saja tangan jahil yang merusak keindahan itu.

VANDALISME: Salah satu karya di Lombok Utara yang dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab.

Ulah jahat vandalisme itu dicurahkan oleh salah satu pegiat mural,  Chole di akun facebooknya, “3 Hari Bolak balik Mataram-Bangsal demi menyelesaikan sebuah Karya yg indah untuk dilihat, belum genap 2 minggu bertahan karya tersebut sudah terkontaminasi oleh tangan2 Vandalisme,” tulisnya.

Curahan hati dari pelaku mural ini wajar saja disampaikan mengingat mural dan vandalisme berbeda. Aksi jahil vandalisme telah memicu polusi visual. Tempat indah dan cantik menjadi rusak setelah dicorat-coret seenaknya. Jika ingin corat-coret, pilihlah mural. Karena mural hadir untuk menjadi pemandangan visual yang cantik. (*)

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *