Pariwisata Harus Ramah Lingkungan

Mataram–NTB dengan potensi alam yang sangat indah, mulai dari puncak gunung, bebukitan, hamparan savana hingga dasar lautan, menyimpan peluang besar  bagi pengembangan sektor pariwisata secara besar-besaran.

Disadari pengembangan sektor ini memberikan  kontribusi terbesar terhadap pembangunan ekonomi dan bergeraknya sektor-sektor lain yang berdampak pada peningkatan derajat kesejahteraan penduduk. Hal ini akan menjadi magnet bagi investor untuk mengeksplorasi keindahan alam NTB menjadi destinasi wisata yang menarik bahkan menyulapnya melalui pembangunan berbagai fasilitas modern yang kurang ramah lingkungan.

Mengantisipasi hal itu, Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi merancang suatu kebijakan pembangunan berbasis eco-green, yaitu konsep pembangunan yang ramah lingkungan dan wisata berbasis konservasi.

Hal ini tentu didasarkan pada pertimbangan, saat ini ekploitasi alam lingkungan NTB untuk pembangunan berbagai fasilitas pariwisata belum berdampak pada kerusakan lingkungan. Artinya keindahan alam NTB saat ini masih sangat  alami.
“Sebab warisan terbesar yang harus dapat dinikmati oleh generasi-generasi selanjutnya adalah warisan budaya dan alam yang lestari sebagai karunia Illahi yang tak ternilai harganya,” katanya.

 

Diakui atau tidak perkembangan pariwisata biasa diikuti dengan laju investasi. Acapkali investor kurang mengabaikan konsep yang ramah lingkungan. Orientasi pariwisata hanya mempercantik dan memperindah tanpa peduli dengan kondisi sekitar.

Banyak kalangan yang justru takut potensi wisata alami dikenal luas. Pasalnya, begitu laut, bukit,  gua,  ataupun pantai yang indah dikenal luas,  berikutnya investor akan masuk. Ketika penataan dan pengelolaan mulai masuk, tempat wisata natural itu hilang. (*)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *